Dapatkah Anjing Dilatih untuk Dijadikan Vegan Dog?

Memang dalam erahnya, anjing merupakan hewan karnivora, namun hewan tersebut dapat memakan apa saja ketika sudah diajarkan dan ditekuni selama bertahun-tahun oleh pemiliknya. Walaupun dikatakan sebagai hewan yang dapat makan apa saja, apakah anjing juga dapat memakan sayuran atau dengan kata lain dapatkah anjing diubah menjadi vegan dog?

Sebelum membahas masalah tersebut, alangkah baiknya untuk mengetahui apakah itu yang disebut dengan veganisme.

Anjing Bisa Menjadi Omnivora jika diajarkan dan ditekuni oleh Pemiliknya

Veganisme adalah sebuah cara hidup yang tidak dapat memakan sembarang makanan, terutama yang masuk kategori hewani, mulai dari daging, ikan, madu, susu, telur dan berbagai minuman atau makanan yang berasal dari hewan.

Memang hampir sama dengan vegetarian, namun para penganut veganisme ini benar-benar tidak akan bersinggungan langsung atau tak langsung dengan makanan dan minuman dari hewan. Sedangkan orang-orang yang melakukan diet vegetarian justru terkadang masih memberikan pengecualian, seperti tidak makan daging merah, akan tetapi masih makan ikan, tidak makan daging merah atau ikan, tetapi masih mengonsumsi keju atau susu dan lain sebagainya.

Tentunya bagi manusia yang masuk kategori omnivora, baik diet vegetarian atau juga menganut paham veganisme adalah hal yang wajar dan dapat dilakukan, akan tetapi sangat berisiko ketika harus diterapkan ke anjing yang mana secara alamiah merupakan hewan karnivora atau pemakan daging.

Berisiko tapi masih dapat dilakukan

Secara umum memang cukup berisiko untuk mengubah seekor anjing yang merupakan seekor hewan karnivora untuk dipaksa menjadi penyantap sayuran atau tanaman lain dan juga biji atau buah-buahan, namun bukan berarti hal tersebut tidak dapat dilakukan.

Namun sebagai bahan pertimbangan, anjing adalah salah satu hewan karnivora yang membutuhkan protein dalam jumlah besar. Bahkan jumlahnya pun dapat 3 sampai 5 kali lebih besar dibandingkan yang dibutuhkan atau dikonsumsi manusia.

Hal itu dikarenakan seekor anjing membutuhkan protein dalam jumlah banyak untuk dapat beraktivitas dengan leluasan atau lincah. Di dalam protein terdapat molekul kecil yang terdiri dari rantai-rantai mungil hasil tautan dengan molekul lain yang dikenal dengan nama asam amino.

Asam amino terutama yang esensial memang dapat ditemukan di berbagai jenis makanan, termasuk sayur, namun jumlah paling besar adalah terdapat di dalam daging-dagingan, terutama yang berwarna merah. Sedangkan di tumbuh-tumbuhan sendiri memang memiliki kandungan asam amino esensial, namun jumlahnya sangatlah sedikit.

Dikarenakan untuk bergerak dan beraktivitas sehari-hari, seekor anjing membutuhkan protein yang menyimpan asam amino esensial di dalamnya, maka ketika makanannya diganti dengan sayuran, biji atau buah-buahan, maka kebutuhan akan zat tersebut sangat kurang. Efeknya adalah, anjing tersebut akan lebih mudah merasa capek dan terlihat kurang bersemangat.

Untuk itu, ketika sudah memutuskan untuk mengganti makanan berupa daging dengan sayuran atau juga biji dan buah-buahan, maka sangat disarankan untuk memberikan jenis kacang-kacangan dalam jumlah besar. Selain itu, makanan-makanan yang dapat menghasilkan karbohidrat juga sangat dianjurkan ketika ingin menjadikan anjing sebagai vegan dog.

Makanan-makanan yang mengandung pati juga dapat diberikan ke anjing sebagai ganti daging-dagingan. Hanya saja, pemberiannya jangan terlalu berlebihan karena pati memiliki efek samping yang cukup serius bagi anjing, seperti dapat membuat hewan tersebut menjadi kembung sampai dengan diare kronis.

Jadi untuk menjawab pertanyaan pertama di atas, apakah anjing juga dapat memakan sayuran atau dengan kata lain dapatkah anjing diubah menjadi vegan dog? Jawabannya adalah bisa saja. Namun yang perlu diingat bahwa makanan nabati tersebut harus setidaknya sedikit dicampur dengan makanan-makanan hewani, jika tidak justru anjing dapat mengalami kekurangan nutrisi dan dapat mengganggu kesehatannya dalam jangka waktu lama.

About the author: Eugene Turner