Ingin Mengawinkan Anjing? Ketahui Terlebih Dahulu Informasi Berikut

Seperti halnya manusia pada umumnya, semua binatang juga memiliki masa-masa di mana mereka harus kawin untuk membuahi atau dibuahi, termasuk juga merasakan berahi. Khususnya pada anjing, ada beberapa hal yang wajib kamu ketahui ketika memiliki anjing, mulai dari bagaimana ciri-ciri berahi dan siap kawinnya sampai dengan cara mengawinkan untuk mendapatkan keturunan yang bagus. Simak informasi terkait dengan hal tersebut berikut ini.

Ciri anjing betina berahi

Ketika anjing betina sedang dalam fase berahi, maka ada tanda fisik yang ditunjukkan, berupa pembengkakan pada vulvanya dan berubah warna menjadi merah karena ada peningkatan aliran darah ke daerah tersebut. Hanya saja, pada saat yang dikenal dengan fase proestrus dengan durasi 7 sampai 9 hari itu, anjing betina masih jual mahal dan tidak ingin didekati apalagi kawin dengan anjing jantan.

Setelah fase proestrus, maka selanjutnya adalah fase estrus yang mana berlangsung selama 5 sampai 12 hari. Pada fase ini, anjing betina sudah siap untuk didekati dan dikawini oleh anjing jantan. Selain itu, aliran darah mulai berangsur normal jika dibandingkan dengan fase proestrus.

Ciri lain ketika anjing betina sedang berahi dan siap dikawin adalah kerap menunjukkan perilaku yang tidak biasa, seperti mengangkat ekor ke satu arah saja atau juga merentangkan lebar punggung. Bahkan ada pula yang menunjukkan gejala tersebut dengan sering menjilati kemaluannya sendiri, lebih agresif dibandingkan dengan hari-hari biasanya terutama kepada orang asing dan sering menggonggong.

Anjing betina masuk fase berahi dan siap kawin ketika sudah berusia 6 sampai 24 bulan, namun ada kalanya juga tidak dapat mengambil parameter tersebut karena setiap jenis dan ukuran menentukan cepat tidaknya si anjing masuk dalam fase itu.

Ciri anjing jantan berahi

Mungkin berbeda dengan anjing betina, anjing jantan ketika masuk dalam fase berahi tidak menunjukkan gejala fisik tertentu, namun tingkahnya lebih agresif terlebih ketika berada di dekat anjing betina yang sedangq ingin dikawin. Hal itu disebabkan anjing jantan mampu mendeteksi ‘hormon kawin’ yang dikeluarkan oleh anjing betina.

Tingkat agresivitas anjing jantan ketika masuk dalam fase reproduksi juga akan semakin nampak ketika ada anjing jantan yang lain yang sedang ingin mendekati si betina. Hal itu dikarenakan sang jantan ingin menunjukkan dominasi dan kompetisi kepada baik sang rival ataupun kepada anjing betinanya.

Waktu yang tepat untuk mulai dan berhenti kawin

Seperti yang disebutkan di atas, ada waktu-waktu khusus untuk dapat mengawinkan sepasang anjing, yaitu ketika sudah menginjak usia 6 sampai 24 bulan. Hanya saja, perlu diingat bahwa jangan lantas mengawinkan anjing ketika sudah menginjak usia 5 sampai 6 tahun. Pasalnya pada masa itu kematangan seksual anjing mulai menurun.

Mengawinkan anjing harus memperhatikan banyak faktor

Mungkin dirasa ribet ketika harus mengawinkan anjing saja harus memperhatikan faktor-faktor tertentu. Hal itu memang dirasa ribet, namun sangat perlu dilakukan agar keturunannya nanti akan sangat bagus dan memiliki kualitas di atas rata-rata.

Untuk itu, sebelum mengawinkan anjing, maka kamu harus mengetahui garis keturunan dari sang anjing yang bersangkutan, termasuk dengan kondisi kesehatan, bentuk fisik, karakter, kebiasaan, perilaku, organ bagian dalam khususnya jantung dan juga termasuk hal-hal yang kecil, seperti bulu, berat badan, gigi dan banyak lainnya.

Jika dengan sembarangan mengawinkan anjing dengan mengabaikan faktor-faktor di atas, maka selain garis keturunannya akan rusak dan berkualitas buruk, ada kecenderungan atau risiko anjing tersebut tidak berumur panjang karena mudah terserang penyakit dan lain sebagainya.

About the author: Eugene Turner