Kenali Gejala Heat stroke pada Anjing serta cara mengatasinya

Kenali Gejala Heat Stroke Pada Anjing dan Langkah Awal Menanganinya

Mungkin jarang bagi kita di Indonesia, atau bahkan yang tidak memiliki anjing, mengetahui atau mengenal istilah heat stroke. Isitlah ini mengacu pada suatu kondisi atau keadaan yang sangat berbahaya yang disebabkan ketika temperatur sekitar naik dan dapat membuat anjing akan kehilangan kesadaran karena mekanisme tubuhnya yang mengatur masalah regulasi temperatur mengalami kegagalan.

Efek terburuk dari heat stroke pada anjing ini adalah kematian. Dibandingkan dengan kucing sebagai sesama hewan peliharaan, anjing lebih sensitif terhadap hawa panas dan di banyak negara, terutama yang memiliki 4 musim, laporan kejadian kematian anjing karena heat stroke ini cukup tinggi.

Anjing kehilangan kesadaran karena mekanisme tubuhnya kurnag baik

Alasan utama kenapa anjing lebih mudah terkena heat stroke adalah karena hewan satu ini tidak mudah berkeringat dan ditambah dengan mekanisme yang mengatur regulasi temperatur di dalam tubuhnya juga sangat sensitif terhadap hawa panas yang cukup tinggi.

Temperatur normal yang masih dapat ditoleransi oleh anjing adalah sekitar 38,5 derajat Celcius dan akan mendekati hyperthermia jika suhu sudah mencapai 40 derajat Celcius. Dengan suhu setinggi itu, maka tubuh hewan tersebut akan mengalami kejang, edema serebral sampai dengan akan mati jika tidak mendapatkan pertolongan dengan cepat.

Tanda-tanda anjing terkena heat stroke

Ada banyak faktor dan alasan atau penyebab anjing dapat terkena heat stroke, dua di antaranya adalah ketika dibawa ke tempat yang panas dan terkena sinar matahari langsung atau juga ketika terkunci di dalam mobil pada siang hari. Dengan begitu maka anjing tidak akan dapat mentolerir hawa panas yang menyelimutinya. Dan berikut ini adalah tanda-tanda jika anjing terkena heat stroke.

– Seperti habis berlari kencang atau jauh dengan napas terengah-engah secara berlebihan

– Minum dengan porsi banyak

– Muntah

– Air liur menebal dan keluar dalam jumlah banyak

– lidah memerah terang dan gusinya berubah menjadi pucat

– Denyut jantung meningkat drastis

– Kulit pada sekitar moncong dan leher tidak dapat kembali seperti semula ketika dicubit

Apa yang perlu dilakukan ketika anjing terkena heat stroke?

Tentu saja bagi yang tidak tahu atau baru pertama kali mengalami, pastinya akan kaget dan panik. Terlebih lagi jika tempat dokter hewan sangat jauh. Namun tidak perlu terlalu khawatir ketika hewan peliharaanmu itu terkena heat stroke karena ada langkah-langkah awal yang dapat dilakukan sendiri untuk menyelamatkan si anjing.

Pertama-tama yang wajib dilakukan adalah meletakkan anjing tersebut di tempat atau ruangan yang lebih dingin atau setidaknya berhawa sejuk, contohnya ke kamar mandi. Kemudian selimuti tubuh anjing itu dengan kain yang telah dibasai dengan air dingin serta usahakan terkena angin agar hawa dinginnya lebih terasa.

Hal-hal sederhana seperti itu dirasa sangat penting untuk dilakukan dengan segera karena dapat menghindarkan anjing dari thermal shock. Ditambah lagi ketika terkena heat stroke, pembuluh perifer di dalam tubuh anjing akan menutup secara otomatis sebagai bentuk pertahanan diri terhadap hawa panas.

Setelah membawa anjing ke tempat yang lebih dingin dan kemudian menyelimutinya dengan kain yang sudah dibasahi, langkah selanjutnya adalah dengan memberikannya air dingin segar secukupnya agar hewan tersebut tidak mengalami dehidrasi akibat suhu badan yang meningkat karena hawa sekitarnya juga naik.

Setelah itu baru teleponlah dokter hewan yang biasa menangani anjingmu tersebut. Tanyakan apa saja yang wajib dilakukan dan diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut. Jelaskan semua apa saja terkait dengan anjing tersebut, seperti suhu tubuhnya pada waktu itu, terlebih jika sampai naik di atas 39,5 derajat Celcius, sampai gejala-gejala lainnya.

Usai langkah-langkah awal dilakukan dan mengetahui penjelasan dari dokter, maka tunggu bagaimana reaksi anjing tersebut. Jika ternyata lebih parah atau langkah-langkah yang dilakukan tidak menyelesaikan masalah, maka itu saatnya kamu membawa peliharaanmu itu ke rumah sakit hewan.

About the author: Eugene Turner