Sejarah Ainu , yang merupakan Anjing Tersetia dari Jepang

Sejarah Ainu, Anjing Tersetia dari Jepang

Jika kamu pernah menonton film yang dibintangi Richard Gere berjudul Hachiko, tentunya tahu bahwa salah satu pemeran utama dalam film itu adalah seekor anjing yang berasal dari Hokkaido atau salah satu daerah paling dingin di Jepang. Anjing tersebut dikenal dengan istilah Ainu-ken, Hokkaido-inu, anjing Ainu atau juga yang menggunakan bahasa asli daerahnya, Dou ken. Lantas seperti apa anjing yang dikenal Ainu tersebut?

Anjing Ainu Berasal dari Hokkaido dan merupakan daerah paling dingin

Sejarah

Walaupun tidak ada catatan resmi yang diakui oleh banyak pihak, namun anjing Ainu ini diklaim sebagai anjing peliharaan tertua sekaligus yang pertama di dunia. Hal itu dibuktikan dengan terdapatnya banyak gambar-gambar atau lukisan kuno yang sudah berusia ratusan tahun memperlihatkan ada anjing Ainu sedang pergi berburu dengan tuannya.

Hanya saja, menurut catatan lain, anjing Ainu ini bukanlah asli dari dari Hokkaido karena bermigrasi dari Honshu atau pulau utama dan terbesar di Jepang dan kemudian menetap di daerah tersebut sekitar era Kamakura atau di tahun 1140-an dan kemudian mulai berkenalan dengan peradaban manusia.

Nama Ainu sendiri memiliki artian manusia yang mana baru banyak digunakan sekitar tahun 1930-an.

Ciri utama

Ciri umum dari anjing jenis ini adalah berukuran medium dengan ekor tidak terlalu panjang dan melingkar serta telinganya yang berdiri ke atas. Matanya juga tidak terlalu besar dengan outline melingkar. Bulunya cukup tebal dan lembut.

Ainu ini juga dapat diidentifikasi dari warnanya yang cukup beragam, seperti merah, putih, hitam, belang-belang, cokelat wijen, hitam dan cokelat serta abu-abu. Ainu jantan memiliki tinggi rata-rata 50 cm, sedangkan yang betina lebih pendek lagi. Untuk ukurannya kurang lebih sama, yaitu 20 kilogram saja.

Kepribadian dan peringainya

Mungkin secara garis besar Ainu memiliki sifat seperti anjing lain pada umumnya, namun untuk masalah kesetiaan kepada majikannya, anjing satu ini lebih tinggi dibandingkan dengan jenis-jenis lainnya. Saking loyalnya, anjing Ainu akan rela melakukan apa saja agar dapat menyenangkan majikannya, walaupun hanya sekadar bertemu saja.

Selain itu, Ainu juga terkenal dengan keberaniannya. Bahkan banyak laporan bahwa untuk sekadar melindungi tuannya, anjing Ainu berani bertarung melawan babi hutan ataupun hewan lain yang lebih besar, seperti beruang cokelat Hokkaido atau yang dikenal dengan nama Higuma.

Hal tersebut merupakan kepribadian dasar yang dimiliki oleh setiap anjing Ainu. Hanya saja, untuk peringainya, hal tersebut berbeda dan akan bervariasi tergantung pada garis keturunan, wilayah asuhan dan cara mendidiknya.

Pada zaman dahulu, anjing-anjing Ainu selalu digunakan sebagai teman berburu serta menjaga kawasan dari orang lain yang tak dikenal ataupun dari hewan-hewan lainnya, termasuk dalam hal ini adalah babi hutan. Sebagai penanda, Ainu menggunakan gonggongan yang berbeda-beda.

Selain itu, anjing jenis ini juga memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi dan mampu dengan cepat untuk merespon apa yang dilatihkan kepadanya. Tidak hanya itu saja, anjing Ainu juga tidak seagresif anjing-anjing lain ketika bertemu dengan kucing yang mana dianggap sebagai musuh bebuyutannya. Bahkan sering kali terlihat anjing Ainu dapat berteman atau bersahabat dengan kucing ketika keduanya menjadi hewan peliharaan di satu rumah atau oleh satu majikan.

Anjing jenis Ainu ini juga akan sangat patuh dan loyalitasnya melebihi umum jika dirawat mulai baru lahir atau saat masih bayi. Mereka akan mengorbankan segalanya untuk orang yang selama ini merawatnya.

Menyebar keluar Jepang

Setelah banyak dipelihara oleh orang-orang di Hokkaido, Ainu kemudian mulai diminati dan daerahnya merembet sampai kembali ke Honshu. Setelah itu, banyak orang-orang di Eropa dan Amerika Serikat yang memelihara hewan satu ini.

 

About the author: Eugene Turner